Tampilkan postingan dengan label Ilmu Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Gizi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2014

Gizi Pada Fertilitas

Sebelum hamil, konsumsilah gizi dan nutrisi yang cukup dan berimbang.
Untuk meningkatkan fungsi reproduksi sehingga dapat menunjang fertilisasi (kesuburan), dengan cara :
- Menghindari diet makan pengendali berat badan
- Memilih makanan sehat dan seimbang
  Ex : jangan makan "kentang yang terluka", maksudnya kentang yang udah dikupas dan berubah
  warna menjadi kehitaman. Itu tidak baik untuk dikonsumsi.
- Memilih makanan segar
   Ex : jangan terlalu lama menyimpan sayur di dalam lemari es.
- Mengolah makanan dengan baik
- Makan bervariasi
- Menghindari makanan yang mengandung pengawet
   Pengaruhnya : membuat "kacau" hormon dalam tubuh.

Pengaruh zat gizi pada fertilitas
Kekurangan nutrisi akan berdampak pada penurunan fungsi reproduksi yang menyebabkan anoreksia nervosa.
Sekedar info : PH vagina : sekitar 4,5 - 6 
Wanita anoreksia kadar hormon steroid mengalami perubahan sehingga terjadi perubahan siklus ovulasi.
Salah satu penyebab susahnya mendapatkan anak  : siklus haid tidak teratur.

Hubungan status gizi dengan menstruasi 
Menarke
Adalah haid yang pertama terjadi. yang merupakan ciri khas seorang wanita sehat dan tidak hamil.
Faktor yang mempengaruhi :
a. Status gizi remaja
b. Faktor usia terjadinya menarke
c. Adanya keluhan selama menarke
Estrogen : mengatur siklus haid
Menopause
Adalah masa berhentinya haid secara alamiah yang biasanya terjadi antara usia 45-50 tahun.

Pola makan sehat
1. Pilih jenis makanan yang bermanfaat
2. Patuhi jadwal makan
3. Jangan makan pada kondisi lapar karena akan membuat acara makan anda terburu-buru dan
    banyak
4. Selain bervariasi, perbanyaklah konsumsi makanan yang diolah dari bahan makan yang segar
    dengan proses pengolahan yang tidak terlalu lama
5. Makanlah secukupnya

Rabu, 17 Desember 2014

Diet

Jenis Diet dan Hubungannya dengan Penyakit

Perawat tidak dituntut untuk membuat makanan diet pasien. Tapi, yang dimakan oleh pasien harus diketahui perawat. Jadi perawat harus mengetahui jenis-jenis diet dan hubungannya dengan penyakit yang diderita pasien, tidak perlu membuatkan makanannya.

Diet adalah pengaturan pola makan, baik ukuran, porsi, dan kandungan gizinya. Tiap orang pasti berfikir diet sama dengan meminimalkan makan. Padahal tidak, walaupun kita diet, kita harus tetap makan 3 kali sehari, tapi porsi, ukuran, dan kandungan gizinya diatur. Jangan asal-asal diet, harus konsultasi dulu ke ahlinya, nanti akan diberi pengaturan pola makan tiap harinya sesuai kebutuhan tubuh. Cara yang begitu lebih aman dari pada diet sesuka hati tanpa pengarahan dari ahli gizi.

Contoh bahwa perawat harus mengetahui jenis-jenis diet, adalah kita contohkan saja natrium, natrium adalah garam yang termasuk mineral. Pasien jantung tidak boleh mengkonsumsi garam. Why? Penggunaan garam berlebih dapat meningkatkan jumlah sodium dan menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume darah dan menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah.
Sedangkan, pasien dengan penyakit hepatitis boleh mengkonsumsi natrium. Kadar natrium pada penyakit hepatitis adalah 200-400 mg Na. Dan juga, penderita hepatitis tidak boleh terlalu banyak makanan mengandung lemak karena akan memperburuk keadaan hati, maka konsumsi rendah lemak adalah keharusan bagi penderita hepatitis.
Jadi, harus jaga daya tahan tubuh, agar tidak mudah terserang penyakit, caranya cukup konsumsi vitamin C. Jika hanya terserang pilek, flu, dan sejenisnya jangan langsung minum obat, apalagi obat warung tanpa kita teliti dalam memperhatikan indikasi, kontraindikasi, jenis obat, tanggal expired, dll. Tapi jika virus penyakit tersebut membahayakan, barulah harus minum obat yang diresepkan dokter.

Tujuan diet : memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi untuk mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh.

Jenis-jenis diet:
1. Diet TKTP (Tinggi Kalori Tinggi Protein)
Adalah untuk memenuhi kebutuhan kalori dan protein guna mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh atau menambah BB hingga mencapai normal.
Syarat diet : tinggi kalori, tinggi protein, cukup vitamin dan mineral, dan mudah dicerna.
Indikasi : gizi kurang, kanker, anemia, dan HIV/AIDS.

Ada 2 jenis diet TKTP sesuai dengan derajat sakit pasien :
a. Diet TKTP I 
Kalori : 2600 kal/kg BB, Protein : 100 g (2 g/kgBB)
Menu makanannya :
Pagi : susu
Siang : telur dadar
Malam : ungkep 

b. Diet TKTP II
Kalori : 3000 kal / kg BB, Protein : 125 g (2½ g / kg BB)
Menu makanannya :
Pagi : susu
Siang : telur dadar, ikan panggang
Sore : susu
Malam : ungkep, telur rebus
ex: untuk kanker stadium 4
TKTP I lebih rendah jumlah zat pada makanannya dari pada TKTP II.

2. Diet rendah kalori
Indikasi pada pasien obesitas. Jadi, penurunan berat badan itu bertahap, secara ideal turun 2-3 kg/ bulan. Kalau untuk pasien ginjal, gunakan diet rendah purin.

3. Diet rendah garam
Adalah diet cukup nutrisi, sesuai dengan keadaan penyakit.
Syarat diet :
- cukup kalori, protein, vitamin dan mineral
- bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit
- jumlah natrium yang diperbolehkan disesuaikan dengan berat ringannya retensi garam/air
Indikasi : penderita hipertensi

Terkadang, pasien mada (bandel), tidak mengerti dengan penyakitnya. Makanya perawat harus memberikan pengetahuan atau penjelasan kepada pasien tentang penyakit yang dialaminya. Contohnya saja, pasien post operasi yang tidak di anastesi umum, dengan semangatnya mempuasakan diri, padahal harusnya dia tidak usah puasa. Berbeda dengan pasien yang di anastesi umum, pasien harus puasa sampai organ-organ vitalnya seperti organ pencernaan bekerja. Tandanya seperti pasien kentut, maka itu baru diperbolehkan untuk minum. Fungsinya yaitu untuk membantu penurunan tekanan darah.

Diet yang tidak tepat, justru jadi penyakit
-Mitayani, SST. M. Biomed
Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. - See more at: http://www.pilihdokter.com/id/berita/pengaruh-garam-bagi-kesehatan-anda#sthash.VJWTJ8ET.dpuf
Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. - See more at: http://www.pilihdokter.com/id/berita/pengaruh-garam-bagi-kesehatan-anda#sthash.VJWTJ8ET.dpuf
Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. - See more at: http://www.pilihdokter.com/id/berita/pengaruh-garam-bagi-kesehatan-anda#sthash.VJWTJ8ET.dpuf
Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. - See more at: http://www.pilihdokter.com/id/berita/pengaruh-garam-bagi-kesehatan-anda#sthash.VJWTJ8ET.dpuf